1-555-645-324 Monday - Sunday 10:00 - 22:00 AS

Aturan Cuti Karyawan Swasta

Aturan Cuti Karyawan Swasta

Aturan Cuti Karyawan Swasta – Sebagai seorang karyawan, tentunya kamu perlu mengetahui apa sajasih hak-hak pekerja yang ada di sebuah perusahaan? Misalnya, seperti hak cuti karyawan, pemerintah telah mengaturnya didalam undang undang republik indonesia nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Jadi, kamu tidak perlu lagi khawatir atas hak kamu sebagai seorang pekerja, karena hak kamu sudah dilindungi oleh pemerintah. Ada beberapa hak cuti karyawan yang perlu kamu ketahui. Apa saja? Dibawah iini adalah hak-hak tersebut.

Aturan Cuti Karyawan Swasta Berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan

Tentunya Cuti karyawan sangatlah diperlukan bilamana seorang karyawan sedang dilanda suatu keadaan yang memungkinkan dia untuk memohon cuti di sebuah perusahaan, nah dibawah ini adalah jenis-jenis cuti yang ada di undang-undang ketenagakerjaan, apa saja? dibawah ini ulasannya.

  • Cuti Tahunan

Cuti tahunan ini ialah cuti yang biasanya ditunggu-tunggu oleh seorang karyawan. Biasanya mereka menggunakannya untuk liburan bersama keluarga, teman kantor atau bahkan digunakan untuk menyelenggarakan acara yang penting.

Pada pasal 77 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, telah diatur pada ayat 2 bahwa setiap karyawan tanpa terkecuali mendapatkan jatah cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja setelah bekerja selama 12 bulan atau satu tahun secara berturut-turut.

  • Cuti Haid & Hamil

Sebagai seorang pekerja perempuan, kamu tidak perlu bingung karena tentu saja ada cuti dispensasi haid dan saat masa kehamilan.

Pada peraturan undang-undang tersebut tertera pada pasal 81 ayat 1 yang menjelaskan bahwa karyawan perempuan yang sakit pada masa haid tidak wajib untuk bekerja di hari pertama dan kedua pada awal haid. Selain itu, pada pasal 82 ayat pertama menjelaskan tentang cuti kehamilan yakni pekerja perempuan mendapatkan cuti selama satu setengah bulan sebelum melahirkan dan waktu istirahat tambahan setelah melahirkan yakni satu setengah bulan.

  • Cuti Penting

Cuti lainnya juga diatur didalam pasal 93 ayat 2 pada poinc C dan dijabarkan kembali pada pasal 4, apa saja? dibawah ini contoh cuti penting.

  1. Menikah, jika ada karyawan yang menikah, maka mendapatkan cuti selama 3 hari untuk acara tersebut.
  2. Menikahkan anak, karyawan yang punya anak dan sedang menikahkan anaknya mendapatkan waktu tidak bekerja selama 2 hari.
  3. Mensunat anak, karyawan yang mengkhitankan anaknya mendapatkan cuti selama 2 hari.
  4. Membaptiskan anaknya, karyawan yang membaptiskan anaknya mendapatkan cuti selama 2 hari.
  5. Istri melahirkan/keguguran, karyawan yang melahirkan atau keguguran mendapatkan waktu cuti 2 hari untuk menemani istri.
  6. Keluarga meninggal, keluarga yang dimaksud yaitu suami/istri, orangtua/mertua, anak/menantu yang karyawan tersebut diberikan cuti selama 2 hari.
  7. Kerabat meningal, kerabat yang dimaksud adalah apabila tinggal didalam satu rumah maka karyawan diberikan cuti selama 1 hari.

Selanjutnya adalah cuti berikutnya yaitu cuti sakit.

  • Cuti Sakit

Setiap perusahaan pastinya memiliki regulasi berbeda dalam memberikan cuti sakit terhadap karyawannya. Pada umumnya, karyawan yang punya surat izin dokter akan mendapatkan waktu istirahat yang ditentukan oleh dokter pada surat keterangan.

Namun, jika tidak memiliki surat tersebut, maka waktu istirahat yang dibutuhkan oleh karyawan akan dipotong dari cuti tahunan.

  • Cuti Bersama

Cuti bersama ialah cuti yang ditentukan oleh pemerintah yang biasanya telah ditandai pada kalender yang diberlakukan. Nah, jika karyawan ingin mengambil cuti bersama, biasanya akan dipotong dari jatah cuti tahunannya.

Namun, tidak semua perusahaan mengikuti peraturan pemerintah seperti yang telah dituliskan diatas. Seperti yang dilansir pada ulasan berikut, ada juga beberapa perusahaan yang mengubah peraturan tersebut seperti meniadakan jatah cuti dalam kurun waktu tertentu jika tidak digunakan atau bahkan menguangkannya.

Leave a Reply

Close Menu