Akselerasikan Bisnis Anda Dengan Mengikuti SBM Workshop Bersama Bapak Budi Isman (Padang 16-17 November 2019)

4 hal yang harus anda perhatikan sebagai pengusaha

Dalam acara Economic Update yang di adakan oleh Radio Smart FM Surabaya bersama dengan Intiland, saya di minta untuk memberikan dan berbagi pengalaman dalam menghadapi situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan banyaknya paradox yang terjadi sehingga banyak pengusaha dan perusahaan yang bingung dalam menetapkan rencana dan startegi mereka untuk tahun 2018.

Dengan data yang disampaikan pemerintah bahwa ekonomi kita masih tumbuh sekitar 5.0% – 5.2% tahun ini dan juga di prediksi pertumbuhan yang sama di tahun depan, maka banyak masyarakat, kalangan pengusaha yang tidak merasakan pertumbuhan tersebut.

Dalam mencoba untuk melihat fenomena sekarang ini dan belajar dari pengalaman banyak business di masa lalu, maka kita bisa mendapatkan minimal 4 hal pokok yang harus kita perhatikan dan kelola untuk tahun-tahun yang akan datang agar business kita masih bisa “survive” dan berjalan secara berkesinabungan.

Kita bisa pelajari bagaimana KODAK sebuah brand dan business yang sudah lebih seratus tahun dengan dominan menguasai industri fotografi dunia bisa bankrut di tahun 2012. Hancur karena tidak mau menerima kenyataan bahwa perubahan teknologi dan perilaku konsumen membuat fotografi berbasis digital adalah masa depan. Padahal penemuan awal Digital Photography adalah oleh KODAK itu sendiri.

Nokia sebuah perusahaan kayu dan forestry yang berevolusi menjadi perusahaan teknologi komunikasi dan menjadi raja dalam industri Hand Phone selama puluhan tahun lupa akan faktor yang menyebabkan mereka sukses; yaitu revolusi dan perubahan arah business mereka karena melihat trend masa depan. Sekarang mereka masih berjuang untuk kembali bangkit karena sudah jauh kalah dari Apple, Samsung dan lainnya. Penjualan business hardware HP mereka ke Microsoft pun akhirnya tidak berbuah sukses.

Business Mall di Amerika Serikat sudah merosot jauh dan banyak dari mereka yang tutup dan alih usaha. Business retail konvensional cukup terpengaruh oleh business retail online dan digital sehingga merekapun harus mencari format baru dalam pengembangan dan penyelamatan usaha mereka.

Di Indonesia kita dengar sudah banyak Department Store Ramayana yang tutup dan konon kabarnya mereka ingin merubah format business nya menjadi sesuatu yang berbeda. Transmart kita lihat agresif ekspansi ke kota kota tier 2 dengan mengusung format mall lifestyle dimana fokusnya bukan retail dan belanja biasa namun kombinasi dari belanja, tempat nongkrong dan bermain.

Lalu apa sebenarnya yang sedang terjadi…?

Perubahan perilaku konsumen, hilangnya batasan negara akibat internet, komunikasi dan alur informasi yang bisa langsung seketika ke seluruh dunia, percepatan inovasi teknologi dalam berbagai bidang mengakibatkan banyak usaha yang lambat beradaptasi dan bertransformasi akan tergilas oleh kompetitor mereka dan juga menjadi tidak relevan lagi di mata konsumen mereka.

Untuk menghadapi itu semua, ada beberapa faktor kunci yang perlu kita perhatikan. Terutama dalam membuat rencana business untuk tahun 2018 dan seterusnya:

1. CHANGE (perubahan) : business yang bisa bertahan adalah yang bisa beradaptasi dengan situasi baru dan dengan terstruktur melakukan perubahan dalam proses usaha mereka. Perubahan tersebut bisa hanya business proses, solusi yang diberikan ke konsumen, business model yang di terapkan maupun perubahan drastis kategori usaha yang mereka masuki.

2. SPEED (kecepatan) : banyak juga orang yang mengatakan “Speed Kills you” atau kecepatan akan membunuh anda. Mungkin hal ini benar dalam kondisi masa lalu dimana banyak alat dan teknologi pendukung belum ada sehingga bisa berakibat fatal. Namun sekarang dan kedepan, kecepatan bisa menjadi sebuah “competitive advantage” sebuah usaha dalam memenangkan persaingan. Ingat biasanya yang pertama akan menjadi pemimpin dalam bidangnya. Inovasi dan service yang lambat akan di tinggalkan konsumen.

3. DISRUPTIONS (Gangguan) : adalah kata baru yang sekarang lagi trend dibicarakan orang. Bagaimana Market place dan online shopping mengganggu retail konvesional. Uber, Gojek dan Grab mengganggu business taxi dan logistic. AirBnB bisa merajai business akomodasi dan mengganggu usaha kategori hotel dan penginapan. Business pinjaman uang tidak lagi dominasi perbankan namun sudah banyak startup FINTECH yang berhasil memberikan solusi yang tidak pernah bisa di berikan perbankan bagi pelanggan mereka. Kalau kita tidak memperhatikan fenomena ini dan beradaptasi segera, maka kemungkinan besar usaha kita maupun kategori industri kita pun akan di “disrupt” oleh pemain baru dengan business model yang baru.

4. RELEVANCE (relevan): kata yang sulit di cari padanannya dalam bahasa Indonesia. Namun relevan yang saya maksudkan disini adalah business, produk atau jasa anda masih berguna, bermanfaat dalam kondisi sekarang yang sudah berubah. Business Wartel sudah tidak relevan lagi buat konsumen karena adanya Hand Phone dan teknolgi wireless yang terjangkau. Business yang akan survive adalah yang oleh konsumen mereka masih di anggap relevan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan mereka.

Banyak memang business yang turun kinerjanya tahun ini seperti business retail yang pertumbuhannya minus hampir 20%. Namun kalau mau jujur, banyak juga yang tumbuh dengan baik seperti business online, usaha yang kategorinya berkaitan dengan pariwisata, pembangunan infrastruktur, business informasi dan teknologi, usaha kategori keuangan dan sebagainya.

Mereka yang masih tumbuh adalah mereka yang bisa membaca arah dan trend masa depan. Baik dari sisi kebijakan dan arah pembangunan oleh pemerintah maupun jeli membaca arah perubahan perilaku konsumen di zaman sekarang. Salah satu inti dari pertanyaan yang harus selalu di jawab oleh pengusaha adalah apakah kita masih “RELEVAN” ..? Anda akan selalu bisa relevan kalau anda paham dan tahu problem apa yang ada di konsumen anda dan produk atau jasa anda bisa memberikan solusi yang tepat.

Di SBM Workshop, ini yang akan anda pelajari secara mendalam tentang bagaimana mengakselerasi bisnis secara maksimal.

Budi Isman

Leave a Reply

Close Menu
Subscribe To Our Newsletter

Subscribe To Our Newsletter

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!